Δευτέρα 14 Μαΐου 2012

RS Polri: Tak Ada Jenazah Memakai Parasut

[imagetag]

Jenazah yang ditemukan di pohon diduga sebagai pilot Sukhoi. Belum ada kepastian soal ini. (REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout)

VIVAnews -- Kepala Rumah Sakit Polri Kramatjati, Brigadir Jenderal Agus Prayitno membantah adanya jenazah yang ditemukan tergantung dengan parasut di Gunung Salak.

"Hasil pemeriksaan sampai hari ini, tidak ada parasut dan tidak ada body yang utuh," kata Agus di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Senin 14 Mei 2012.

Sebelumnya, sesosok jenazah ditemukan dalam kondisi tergantung di atas pohon, berjarak 5 kilometer dari titik jatuhnya pesawat.

Diduga kuat, sosok tak bernyawa itu adalah pilot pesawat Sukhoi Superjet 100, Alexandr Yablontsev. Dugaan diperkuat dengan penemuan identitas yang ada di saku korban. Namun, belum ada konfirmasi resmi soal identitasnya.

Penemuan jenazah tersebut memicu spekulasi, sebab, tak hanya jaraknya yang jauh dari titik penemuan korban yang lain, juga ditemukan benda mirip parasut di sana. Pertanyaan pun muncul, apakah pilot melompat duluan sebelum pesawat menabrak tebing?

Namun, spekulasi ini dibantah Koordinator Badan SAR Nasional, Ketut Purwa. "Yang pakai parasut itu pesawat tempur. Tapi ini kan pesawat komersil. Masak pilot pesawat komersil meninggalkan penumpang begitu saja?" kata Ketut di Helipad Cijeruk, Pasir Pogor, Kabupaten Bogor, Senin 14 Mei 2012.

Bantahan juga disampaikan Danrem 0621 Surya Kencana, Kolonel Infantri AM. Putranto. "Mana mungkin pilot lompat duluan. Ia harus tanggung jawab sama penumpang yang dia bawa," ujar Putranto. "Pesawat komersil juga tidak seperti pesawat tempur yang punya kursi pelontar," imbuhnya.

Sebelumnya, PT Trimarga Rekatama sebagai perusahaan agen Sukhoi di Indonesia, telah membantah ada parasut dalam kokpit pesawat Sukhoi SSJ 100. Pesawat itu juga ditegaskan tidak memiliki fasilitas kursi pelontar.

"Spesifikasi pesawat ini tidak memiliki parasut dan kursi pelontar. Jadi kami tidak tahu mengenai informasi adanya parasut di lokasi jatuhnya pesawat," kata perwakilan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo.

"Di pesawat komersil tidak ada seperti itu. Penerbang itu bertanggung jawab terhadap penumpang. Tidak mungkin kabur dan mengorbankan penumpang," imbuhnya. (eh)

• VIVAnews   |   Share :  
lumpur_lapindo

yg bilang itu kan tim sar. kl komendanya sudah menutup2i yaw ga mgkn anak buah buka mulut.

• Balas   • Laporkan

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/rs-polri-tak-ada-jenazah-memakai.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

KPK Periksa Murdoko Sebagai Tersangka

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Ketua DPRD Jawa Tengah Murdoko. Dia diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal 2003-2004.  "Yang bersangkutan diperiksa tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Senin.

Murdoko datang diantar dengan mobil tahanan KPK. KPK telah menahan Murdoko usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Jumat (13/4) lalu. Politisi PDIP ini ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang.

Dalam kasus ini KPK pernah memanggil Anggota DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Anggota DPRD Jateng Novita Wijayanti, pegawai PT BNI Cabang BNI Cabang Karangayu Lisnawati dan Sjaeful Bachri Mantan Pegawai BNI Semarang. Mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro, yang juga saudara kandung Murdoko juga pernah diperiksa.

Begitu pun dengan Diah Kartika yang berasal dari swasta mantan anggota DPRD Kendal Daniel Toto juga pernah diperiksa. Informasi yang diperoleh, pada tanggal 22 September 2006, penyidik Dit Reskrim Polda Jawa Tengah melakukan gelar perkara di hadapan KPK.

Dalam gelar perkara disampaikan hasil dugaan korupsi penyalahgunaan Dana APBD Kabupaten Kendal tahun anggaran 2003 yang dilakukan Bupati Kendal Hendy Boedoro dibantu oleh Tersangka Murdoko (Ketua DPRD Jawa Tengah), tersangka Daniel Toto Indiono (mantan Anggota DPRD Jawa Tengah), tersangka Warsa Susilo (Mantan Kepala DPKD Kendal), tersangka Sutrimo (mantan Ketua DPRD Kabupaten Kendal), dan tersangka Agus Samiaji (mantan Ketua DPRD Kabupaten Kendal).

Kemudian, pada tanggal 9 Oktober 2006 pihak Polda Jawa Tengah juga telah menyampaikan surat perihal Pelimpahan Perkara dan Barang Bukti Pelimpahan penyidikan Korupsi atas nama Hendy Boedoro. Polda mempertimbangkan adanya hambatan berkaitan dengan birokrasi pengajuan perizinan tertulis kepada Presiden, atas nama tersangka Hendy Boedoro dan ijin Mendagri atas nama Murdoko.

Kasus ini telah menjerat Hendy Boedoro dan mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kendal, Warsa Susilo. Pada tahun 2007 lalu, keduanya telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor. Hendy dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun dan masih menjalani masa pidana di LP Klas I Kedungpane, Semarang. Adapun Warsa telah diganjar hukuman tiga tahun penjara.

( Mahendra Bungalan / CN26 / JBSM )

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/kpk-periksa-murdoko-sebagai-tersangka.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Jonathan Rea Naik Podium di Race 2 Balapan WSBK

[imagetag] TWOWHEELSBLOG.COM/"PRLM"

PEMBALAP tim Honda World Superbike Team Jonathan Rea meraih podium pertama di Race 2 balapan Worldsuperbike seri Donington Park.*

DONINGTON PARK, (PRLM).- Pembalap tim Honda World Superbike Team, Jonathan Rea meraih podium pertama di Race 2 balapan Worldsuperbike seri Donington Park dengan catatan waktu 34 menit 31,847 detik, demikian dilaporkan laman Twowheelsblog, Senin (14/5/12).

Lalu finis kedua ditempati oleh Max Biaggi (Aprilia Racing Team) dan Tom Sykes (Kawasaki Racing Team) finis ketiga serta Leon Camier (FIXI Crescent Suzuki) finis keempat.

Sementara Sylvain Guintoli (Team Effenbert Liberty Racing) finis kelima dan Ayrton Badovini (BMW Motorrad Italia GoldBet) finis keenam serta Chaz Davies (ParkinGO MTC Racing) finis ketujuh.

Sedangkan Loris Baz (Kawasaki Racing Team) finis kedelapan dan Peter Hickman (FIXI Crescent Suzuki) finis kesembilan serta Hiroshi Aoyama (Honda World Superbike Team) finis kesepuluh.(Ton/A-147)***

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/jonathan-rea-naik-podium-di-race-2.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Busyro: Ada Aktivis Reformasi Jadi Koruptor

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemberantasan korupsi menjadi salah satu tuntutan reformasi yang digaung-gaungkan 14 tahun lalu. Namun sayangnya, beberapa aktivis reformasi kini justru menjadi bagian persoalan korupsi.

Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, diantara aktivis reformasi justru menjadi bagian persoalan korupsi ketika masuk ke dalam sistem kekuasaan. "Setelah berkuasa, berubah drastis menjadi koruptor walaupun sebagian belum terbukti (secara hukum)," kata Busyro duhubungi wartawan, Senin (14/5).

Dia menilai, sebagian aktivis reformasi yang masuk ke partai politik justru mengalami penyimpangan moral. Busyro mengatakan, sebagian aktivis justru sama mengurus partai politik dan kekuasaan dalam suasana kelompok atau golongan dan diiringi sikap pragmatis. Kondisi ini semakn diperburuk oleh sistem budaya korupsi yang ditinggalkan orde baru. 

Karena itu, Busyro mengingatkan, sebaiknya dengan kondisi ini para aktivis melakukan koreksi. ''Sebelum mereka dikoreksi total oleh rakyat yang bisa muncul secara tidak terduga sebagai gelombang besar perlawanan semesta,'' ujarnya.

( Mahendra Bungalan / CN34 / JBSM )

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/busyro-ada-aktivis-reformasi-jadi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Bukan Black Box, Tapi Alat Komunikasi

[imagetag]

BOGOR, KOMPAS.com- Tim SAR gabungan yang telah sampai lokasi sekitar ekor pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak menemukan beberapa peranti komunikasi. "Masih ada barang-barang di sana yang belum ditemukan," kata Kepala Basarna Marsdya Daryatmo di Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor, Senin (14/5/2012) siang.

Kondisi ekor pesawat dilaporkan sudah tidak utuh sehingga petugas butuh waktu dan ketelitian untuk mencari barang-barang lainnya. "Kami masih terus melakukan pencarian. Dan, black box belum ditemukan," katanya.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan, peranti yang ditemukan adalah perangkat alat komunikasi, bukan black box. "Ini ada yang namanya terminal. Dan ini alat sinyal," kata Tatang sembari menunjukkan beberapa peranti hasil temuan tim SAR gabungan.

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/bukan-black-box-tapi-alat-komunikasi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Basarnas: Kotak Hitam Belum di Tangan Kami

[imagetag]

VIVAnews - Kepala Humas Basarnas Marsekal Pertama Gagah Prakoso menyatakan, pihaknya belum menerima black box atau kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak.

Sejauh ini, informasi penemuan benda penting tersebut masih sebatas dugaan-dugaan.

"Selama Basarnas belum memegang berarti belum ditemukan. Tim SAR juga mencari, tapi saat ini belum ada di tangan Basarnas. Sekarang kami mencoba mencari dan mengevakuasi benda tersebut," kata Gagah di Bandara Halim Perdanakusma, Jakarta Timur, Senin 14 Mei 2012.

Informasi telah ditemukannya kotak hitam, kata Gagah, belum jelas kebenarannya. Sebab, belum ada pihak yang memegang kotak hitam itu. "Maka baru indikasi," ucapnya.

Gagah menjelaskan, kotak hitam itu dapat terpental ke luar karena ukurannya yang besar. "Saya tiga hari ini menyatakan belum ditemukan," katanya.

Tim evakuasi, kata Gagah, saat ini masih memprioritaskan pencarian seluruh korban. "Saya tidak mengatakan batas waktu. Tapi saat ini lokasi (jatuhnya pesawat) sudah ditemukan. Kita upayakan maksimal sampai sesuai manifes," tuturnya.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi mengatakan, kotak hitam pesawat sudah diketahui lokasinya. Namun, hingga kini, benda yang diharap bisa mengungkap penyebab kecelakaan itu belum diangkat, apalagi dibawa.

"Black box belum dibawa, namun memang lokasinya sudah diketahui," kata Tatang di Landasan Heli Cijeruk, Pasir Pogor, Senin 14 Mei 2012.

Sebelumnya, Koordinator Pos Cimelati, Soma Suparsa, menyatakan Kopassus menemukan kotak hitam itu di dalam jurang sedalam 500 meter, di bawah tebing yang ditabrak pesawat pada pukul 15.00, Minggu 13 Mei 2012.

Kotak hitam, yang sejatinya berwarna jingga atau oranye adalah perangkat yang merekam data penerbangan (flight data recorder) dan suara dalam kokpit saat pesawat diterbangkan.

Fungsi dari kotak hitam adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC). Serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Penemuan kotak hitam SSJ-100 diharapkan bisa menguak penyebab kecelakaan, khususnya terkait mengapa pilot minta izin turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki. Sekaligus mengakhiri spekulasi yang beredar soal penyebab kecelakaan pesawat: apakah karena faktor manusia, alam, atau teknis pesawat. (umi)

• VIVAnews   |   Share :  

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/basarnas-kotak-hitam-belum-di-tangan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Angkasa Pura: Koordinasi Pilot Sukhoi Bagus

[imagetag]

Pilot Sukhoi SSJ 100, Alexander Yablontsev. (REUTERS/sergeydolya.livejournal.com/Handout)

VIVAnews – Pihak Angkasa Pura II selaku Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno Hatta menyatakan tidak ada kesalahan prosedur komunikasi antara pilot Sukhoi Superjet 100 dan menara ATC.

Ia yakin komunikasi antara kedua pihak tidak terkendala, sehingga hal itu bukan penyebab celakanya Sukhoi SSJ 100. "Sistem di ATC berjalan sesuai prosedur. Kalau pun ada kerusakaan, ATC sudah memiliki tiga sistem yang bekerja dengan saling mem-back up jika salah satu sistemnya bermasalah," kata Deputi Senior Angkasa Pura II, Mulya Abdi, Senin 14 Mei 2012.

Mulya menjelaskan, ATC sudah mengetahui jika Sukhoi SSJ 100 adalah pesawat sipil berdasarkan izin yang diminta Sukhoi untuk melakukan demonstrasi terbang atau joy flight di atas kawasan Lapangan Udara Atang Sanjaya yang aman dari lalu lintas udara.

Mulya juga menegaskan, tidak ada kendala bahasa antara petugas ATC dan pilot Sukhoi. "Berdasarkan panduan penerbangan internasional, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris," ucapnya.

Angkasa Pura kembali menjamin mereka bekerja sesuai prosedur. "Kami juga telah menyerahkan berbagai bukti kepada pihak KNKT untuk penyelidikan jatuhnya pesawat buatan Rusia itu," kata Mulya.

Sukhoi SSJ 100 mengalami nasib tragis setelah hilang kontak dengan menara ATC di Bandara Soekarno Hatta tepat 21 menit setelah mengudara. Pesawat itu menabrak Gunung Salak dan jatuh ke jurang. Saat ini proses evakuasi terhadap korban masih terus berlangsung. (umi)

• VIVAnews   |   Share :  

dumpz 14 May, 2012


-
Source: http://sekilasberitas.blogspot.com/2012/05/angkasa-pura-koordinasi-pilot-sukhoi.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com